Ketika Kamu Gagal

Assalamu’alaikum wr. wb.

——————————————————————————–

Kamu sudah berusaha semaksimal mungkin. Doa dan segala harapan telah kamu pinta kepada Rabbmu. Lalu, kamu mendapati hasilnya tidak sesuai dengan yang kamu inginkan. Bukankah kamu selalu meminta supaya diberikan yang terbaik? Berserah diri terhadap hasil yang telah Rabbmu pilihkan. Lalu, mengapa kamu masih merasa sedih?

Tak apa. Jangan bersedih.
Jalanmu masih panjang. Kamu masih harus berusaha lagi.
Mungkin belum waktunya.
Percayalah, hal yang baik pasti akan datang setelah ini.

——————————————————————————–

Setelah ini, jalan manakah yang harus dipilih?
Kembali berjuang lagi.
Agar bisa berada di jalan terbaik versi Allah.

——————————————————————————–

Wassalamu’alaikum wr. wb.

 

 

Pasang Surut Kehidupan

Assalamu’alaikum..

——————————————————————————–

Sering kali kita merasa hidup ini terlalu berat.
Apakah kita bisa melaluinya?

Sehari. Dua hari. Tiga hari. Bahkan seminggu.
Masih tetap sama.
Beban kehidupan terus bertambah.
Terasa semakin sesak, mencekik, hingga sulit bernapas.
Lanjutkan membaca Pasang Surut Kehidupan

Edisi Menyapa Pembaca

Assalamu’alaikum

Haii.. Hello..
Kepada pembaca yang tak sengaja mengakses blogku. Sejauh ini, aku ucapkan terima kasih yaa karena telah berkunjung meskipun pencarian google yang mengarahkan ke sini. Hehee..

Sebenarnya blog ini lahir karena kepenasaran aku sendiri, bagaimana rasanya memiliki blog, bagaimana rasanya ketika postinganmu dibaca sama orang lain, bagaimana rasanya ketika postinganmu dikomentari oleh orang lain, dan terakhir karena aku hanya ingin menuliskan apa yang aku rasa. Blog ini adalah blog pribadi, jadi jangan kesel yaa kalau isinya sebagian besar adalah curhatan aku. Hehee..

Sekali lagi terima kasih karena telah berkunjung. Meskipun kadang postingan aku terkesan lebay, tapi aku harap, pembaca bisa mengambil pelajaran dari curhatanku yaa.

Wassalam,
Rizka 😊

Ditinggal saat lagi sayang-sayangnya?

Assalamu’alaikum
Okee, dari judul pasti udah nyesek banget kan. Jangan pernah ngebayangin hal ini terjadi dalam hidup kalian. Beneran nyakitin banget. Mending berharap, yang terbaik aja untuk hubungan kalian. Aku doain deh. “Aamiin” 😊

Aku mau cerita dulu. Ini pengalaman aku banget. Hahaa.. dan mungkin ada banyak perempuan di luar sana yang pernah ngalamin hal kayak ini. Sebenarnya gak mau nyalahin dia yang ninggalin aku. Toh, dia juga berhak buat pergi kok.

Dimulai dari dia yang tiba-tiba bilang suka ke aku. Aku yang gak punya rasa ke dia. Cuma bisa bilang makasih dan menerima kehadiran dia seperti hari-hari sebelumnya. Tetap sebagai teman. Setahun berlalu. Entah karena apa, aku mulai menerima rasa itu. Aku mulai sedikit merasa pentingnya kehadiran dia. Sangat senang ketika dia menyapa aku di personal chat. Ketika beberapa hari tanpa kabar dari dia, aku mulai merasa sepi. Ah, sepertinya aku mulai merindukan dia.

Jujur, mungkin karena gengsi, aku tak pernah bilang menyayanginya. Meskipun dia selalu bilang hal itu kepadaku. Jujur lagi, aku pengen banget bilang ke dia, betapa aku menyayanginya tapi aku tak berani. Nyaliku ciut untuk jujur tentang perasaanku padanya. Sebenarnya gak hanya ke dia sih, ke orang sebelumnya yang pernah aku sukai juga begitu. Aku tak bisa mengatakan: aku suka kamu, aku sayang kamu, aku rindu kamu. Itulah kekuranganku. Aku hanya pengen bilang itu nantinya, jika kami memang berjodoh. Aku pengen dia tahu perasaanku dari dulu sampai sekarang. Itulah niatku. Itulah yang kuputuskan, saat dia menanyakan, apa aku juga menyayanginya?

Lanjutkan membaca Ditinggal saat lagi sayang-sayangnya?

Lupakan! Aku bertekad..

Assalamu’alaikum

Aku harus meyakini diriku bahwa aku bisa melupakanmu. Bahwa aku tak melulu menggalaukanmu. Bahwa aku tak harus selalu membahas tentangmu yang pergi tanpa pamit.

Mungkin banyak yang bosan membaca curhatanku tentangmu. Banyak yang menyalahkanku juga, mengatakan akulah yang tak memberi kepastian. Mereka tidak mengenalku. Aku benci dituding oleh mereka yang tak tahu siapa aku.

Aku akan mencoba melupakanmu. Semampu otakku tak memikirkanmu. Semampu hatiku tak mengenangmu. Semampu bibirku tak membicarakanmu. Dan semampu tanganku tak mengetik apapun tentangmu.

Aku akan melupakanmu. Akan menghapus semuanya. Aku akan menerima yang terjadi. Dan kupastikan, aku tak akan menjadi orang pertama yang membahas tentangmu. Aku akan diam. Aku akan membisu. Aku akan menghentikan pemikiran tentangmu. Aku akan menyibukkan diriku. Aku tidak ingin tahu lagi tentangmu.

Yaa.. aku harus berusaha keras melupakanmu. Aku harus bertekad kuat berhenti mengharapkanmu. Aku harus menghapus setiap kenangan itu. Aku harus bisa! Aku pasti bisa!

Hanya waktu yang kubutuhkan membiasakan diriku tanpa mengingatmu. Tanpa mengulang kenangan yang pernah terjadi. Waktu yang bergulir akan membuatku bisa melepasmu. Akan membuatku menghapus rasa sakit ini. Suatu hari, aku akan tersenyum dan menerima apapun yang telah terjadi di antara kita.

Pergi jauhlah harapanku. Jangan memberiku lagi harap yang tak kan pernah terwujud. Jangan menghampiriku lagi jika hanya menyisakan sakit.

Wassalamu’alaikum

Pengen kamu tahu..

Assalamu’alaikum

Entah apa yang aku mau sebenarnya. Benarkah aku bisa melupakanmu? Atau paling tidak, aku bisa menerima keberpalinganmu dariku? Bisakah, ketika aku melihat fotomu dengannya, hatiku tak akan sakit melihatnya? Bisakah aku melepaskanmu atau paling tidak ketika aku teringat kenangan di masa lalu, aku akan dengan senyum membicarakannya?

Atau masih kah sebenarnya aku menaruh harapan padamu. Harapan akan kehadiranmu kembali? Harapan bahwa kita ditakdirkan bersama? Harapan bahwa suatu saat kita akan dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik dibanding sekarang dan berjalan di scene yang sama? Harapan bahwa harapanku yang sebelumnya, ucapanmu yang sebelumnya akan benar-benar terjadi?

Aku hanya pengen kamu tahu, bahwa di sini aku tak mudah melupakanmu. Di sela-sela aktivitasku, pikiranku tetap sesekali memikirkanmu. Mungkin kenanganlah yang mengikatku sehingga aku harus berusaha lebih kuat untuk melepaskan diri dari ikatan kenangan tersebut. Aku juga pengen tahu, kamu bagaimana? Sudah lupa aku yaa? Lanjutkan membaca Pengen kamu tahu..

Selamat tinggal harapan

Assalamu’alaikum

Panji Ramdana bilang, risiko dalam mencintai adalah sakit, risiko dalam dicintai adalah membuat orang sakit, dan risiko dalam saling mencintai adalah saling kehilangan.

Jika di sini aku mencintaimu, memang aku tersiksa karena rasa sakit yang kamu tinggalkan. Jika kamu memang pernah mencintaiku, apakah di sana kamu pernah merasakan sakit meninggalkan aku seperti ini? Atau jika kita memang pernah berada di fase saling mencintai, apakah saat ini kamu pun berada di tahap merasa kehilangan aku?

Karena di sini, selain merasakan sakit karena kamu meninggalkanku, aku juga merasa kehilangan kamu. Jika pun kamu tidak merasakan kehilangan itu, mungkin rasa yang selalu kamu nyatakan dulu itu cuma rasa yang berasal dari mulutmu bukan dari hatimu.

Ternyata selama ini aku gak peka dengan perubahanmu.

Lanjutkan membaca Selamat tinggal harapan